Rabu, 14 Maret 2012

Percaya :)

Teman itu bukan tentang kebahagiaan.
Teman itu bukan tentang kepastian.
Teman hanya tentang kebersamaan.
Bersama dikala suka, juga duka.


Duka aku, suka aku.
Duka teman, suka teman.
Duka bersama, suka bersama.


Saat aku pernah, kamu pernah
merasakan sakit, dengan teman lama.
Bagiku artinya Allah berkata,
Mereka adalah  ujian, bagimu.
Ujian untuk jadi pengalaman bagimu,
Jadikan bekal bagi sebenar-benarnya temanmu hari ini.
Agar tidak berakhir seperti lalu, lagi.


Temanku, hari ini.
Akan lebih berharga, lebih manis, lebih segalanya dari yang lalu.
Juga akan lebih gencar lagi tali kita coba untuk diputus.
Namun selama rasa ini, tetap ada di hati.
Selama tetap begini.
Selama Allah tahu.
Aku akan tetap.
Percaya.

Ingatkan aku, Bahwa Allah dan Rasul adalah pemaaf.
Maka didepan, sesakit apa yang akan hadir,
Aku ingin menjadi pemaaf, bagiku, bagimu,
Bagi kesalahan yang pasti akan hadiri hari-hari kita.

Rabu, 03 Agustus 2011

Esok hari, Jika masih ada.

Aku tidak tahu jika aku mati hari ini.
Aku tidak tahu jika ini akan menjadi ramadhan terakhirku.
Aku belum menjadi apa yang dimau.
Aku selalu merasa tak punya cukup waktu.
Lalu kadang aku lupa.
Hingga waktuku kian menyempit saja.


Nanti tak akan ada yang bisa membantuku.
Nanti tak akan ada yang mau membantuku.
Bahkan aku tak punya cukup alasan atas semua perbuatan salahku.
Semua penyakit hatiku, semua kelalaianku.
Akankah termaafkan?


Semua fiksi ini. Semua kesementaraan ini.
Semua yang tak akan kubawa ini.
Semua kebohongan ini.
Jika saja aku tahu. Jika saja aku lebih cepat.


Benar saja bahwa jalan hidup itu berat, jika mau benar.
Aku bisa saja main sesukaku. Aku senang.
Namun, akankah itu membuatku selamat?
Bahkan pada saatnya, penyesalan pun tak berarti.


Waktuku menjadi rahasia.
Masa depanku menjadi rahasia.
Lalu aku tak bisa kembali memperbaiki apa yang salah.
Meski lembaran hitam itu masih saja menghantui.


Selama detik ini aku masih disini,
Selama satu kesempatan hidup ini masih bersamaku.
...
Aku tidak akan mundur.
Walau apa pun rintangannya.
Karena semua tau, yang di dapat melebihi apa yang bisa di bayangkan.


InsyaAllah..

Senin, 21 Maret 2011

Kamu

Kamu menenangkan. Kamu menyejukkan.
Kamu menangkan hatiku yang cuma satu.
Aku mencarimu, sedari dulu.

Kamu benar-benar nyata. Kamu yang ku perjuangkan.
Kamulah sakitku, Kamulah bahagiaku.
Akulah yang butuhkan hangatmu.

Kamu menjadi prioritas, Kamu selalu terdepan.
Kamu menjadi pedang dikala kujauh, Kamu menjadi perisai dikala ku rapuh.
Akulah yang menunggumu dengan segenap harapanku.

Kamu adalah pelindung. Kamu adalah jawaban.
Kamu adalah sempurna. Kamu adalah segala-galanya.
Kamu adalah perantara. Kamu adalah jembatan.
Kamu, kamulah satu-satunya jalan.

Aku merindukanmu Aku mengagumimu.
Aku mencintaimu Aku menyayangimu.
Aku berterimakasih Aku bersyukur berjumpa denganmu.
Dari Aku, Penggemarmu.
:)

Minggu, 13 Maret 2011

Dimulai :)

Semua itu menjadi tidak berharga, ketika dihadapkan dimata Allah.
Semua itu tidak membawa kepada keselamatan, selain ketenaranmu didepan kebanyakan orang.

Sudah saatnya aku menjadi dewasa.
Dewasa, melakukan segala sesuatu yang hanya karena Allah.
Dewasa, melakukan segala sesuatu yang hanya bernilai dimata Allah.

Sudah kubilang, aku akan membuktikan bahwa hari ini akan datang.
Tidak perlu tahu apa, cukup aku dan Tuhanku saja yang tahu.
Pencarianku telah kutemukan. Hari ini akan kumulai perjalanan hidupku yang seharusnya.

Aku tidak pedulikan lagi pandangan orang.
Aku ingin mencari perhatian Allah dan Rasulnya.
Tidak peduli kamu bilang aku apapun teman, aku takut akan kematianku.
Bukan kematian-ku. Tapi bagaimana jika kematian-ku tidak membawa sesuatupun yang berharga dimata Allah?
Hanya karena aku mengikuti kebanyakan orang, hawa nafsu atau yang sedari dulu~?
Karena yang seperti itu belum tentu benar adanya.
Belum tentu membantuku di alam akhir.
Karena aku sadar, aku sendirian memperjuangkan keabadianku di sana.
Karena tidak ada yang dapat menolongku, kecuali Allah dan Rasulnya.

Rabu, 02 Maret 2011

Emotion :)

Assalamu'alaikum!

Jadi gini temen2, hari ini saya mengalami pengalaman emosi yang sedikit langka.
Hari ini, adalah hari ke6 saya pake jilbab, alhamdulillah. :P
Kalo dipikir-pikir buat saya sendiri, saya ga terlalu senang. Ini kan kewajiban.
Justru saya bertanya mengapa baru sekarang?
Tapi itu ga masalah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Iya kan? :))

Tapi, ada momen2 dalam 6hari ini yang buat saya bahagia banget.
Itu adalah momen, saat temen2 semua memberi dukungan.
Dengan berkata alhamdulillah, seneng, cantik, akhirnya, bahkan bilang miracle.
Ahahahaha.
Dan restu dari mama yang telat beberapa hari. ahehehe
Wah.. Luar biasa.

Ternyata dari momen2 itu, saya dapet hikmah yang penting.
Dibalik semua cerita sedih agak lebay saya berjilbab, ketidakpuasan saya, itu semua terhapus terbayar.
Ketika melihat senyuman-senyuman orang2 terdekat.
Membuat kebahagiaan dimata mereka, karena, hanya karena perubahan kecil saya.
Waw.. Subhanallah.
Dan itulah mengapa kita adalah seorang makhluk sosial.
Hidup itu akan terasa begitu singkat dan jenuh ketika kita hanya melakukan apapun untuk diri kita sendiri. Betul kaaan? :)

Sekilas kegalauan yang saya alami,
Dimalam tanggal 25, aku teriak2 sendiri rasanya ingin nangis.
Karena aku bilang sendiri, bahwa aku belum sanggup pake kerudung.
Aku masih ingin begini, begitu. semua bersifat duniawi.
Aku masih berkegiatan yang ekstreem.
Aku masih belum siap, kuulangi. Lalu aku berfikir, sekarang atau nantiku pending dulu deh.
Terfikir untuk istikharah meminta petunjuk, tapi sadar. Ini bukan sebuah pilihan. -,-"
Kesal sekali rasanya, tapi bagaimana lagi? toh aku hanya seorang hamba Allah.
tanpa Allah, aku tidak akan lahir dan ada disini.
Masihkah aku akan mengabaikan perintah Penciptaku sendiri?
Hanya karena sebuah kalimat, aku belum siap?
Bahkan rambut yang ingin kupamerkan pun milik-Nya.
Kalau -sudah diambil- bisa apalah aku?
Akhirnya, dengan segala ketidaksiapan, ketidakmampuan, kepanasan.
Kubilang, apapun kulakukan, jika itu perintah-Mu.
With love, Your creation.