Assalamu'alaikum!
Jadi gini temen2, hari ini saya mengalami pengalaman emosi yang sedikit langka.
Hari ini, adalah hari ke6 saya pake jilbab, alhamdulillah. :P
Kalo dipikir-pikir buat saya sendiri, saya ga terlalu senang. Ini kan kewajiban.
Justru saya bertanya mengapa baru sekarang?
Tapi itu ga masalah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Iya kan? :))
Tapi, ada momen2 dalam 6hari ini yang buat saya bahagia banget.
Itu adalah momen, saat temen2 semua memberi dukungan.
Dengan berkata alhamdulillah, seneng, cantik, akhirnya, bahkan bilang miracle.
Ahahahaha.
Dan restu dari mama yang telat beberapa hari. ahehehe
Wah.. Luar biasa.
Ternyata dari momen2 itu, saya dapet hikmah yang penting.
Dibalik semua cerita sedih agak lebay saya berjilbab, ketidakpuasan saya, itu semua terhapus terbayar.
Ketika melihat senyuman-senyuman orang2 terdekat.
Membuat kebahagiaan dimata mereka, karena, hanya karena perubahan kecil saya.
Waw.. Subhanallah.
Dan itulah mengapa kita adalah seorang makhluk sosial.
Hidup itu akan terasa begitu singkat dan jenuh ketika kita hanya melakukan apapun untuk diri kita sendiri. Betul kaaan? :)
Sekilas kegalauan yang saya alami,
Dimalam tanggal 25, aku teriak2 sendiri rasanya ingin nangis.
Karena aku bilang sendiri, bahwa aku belum sanggup pake kerudung.
Aku masih ingin begini, begitu. semua bersifat duniawi.
Aku masih berkegiatan yang ekstreem.
Aku masih belum siap, kuulangi. Lalu aku berfikir, sekarang atau nantiku pending dulu deh.
Terfikir untuk istikharah meminta petunjuk, tapi sadar. Ini bukan sebuah pilihan. -,-"
Kesal sekali rasanya, tapi bagaimana lagi? toh aku hanya seorang hamba Allah.
tanpa Allah, aku tidak akan lahir dan ada disini.
Masihkah aku akan mengabaikan perintah Penciptaku sendiri?
Hanya karena sebuah kalimat, aku belum siap?
Bahkan rambut yang ingin kupamerkan pun milik-Nya.
Kalau -sudah diambil- bisa apalah aku?
Akhirnya, dengan segala ketidaksiapan, ketidakmampuan, kepanasan.
Kubilang, apapun kulakukan, jika itu perintah-Mu.
With love, Your creation.